Industri Hutan Tanaman Di Pulau Jawa Maju Pesat

Industri Hutan Tanaman di Pulau Jawa Maju Pesat

       [JAKARTA]

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan berharap kemajuan teknologi industri kehutanan berbasis hutan tanaman di Pulau Jawa yang maju pesat bisa ditularkan ke wilayah lain. Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya sangat luas sehingga bila pengembangan hutan tanaman bisa maksimal maka hasilnya akan meningkatkan perekonomian wilayah. Hal itu disampaikan Menhut di hadapan ribuan karyawan PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) di Desa Mororejo, Kaliwungu, Kendal,Jawa Tengah, Senin (7/4). Menhut mengapresiasi dan mendukung KLI karena menyerap ribuan tenaga kerja di Kendal dan sekitarnya. Sumber bahan baku kayu sengon yang menjadi napas industri ini berasal dari hutan tanaman rakyat (HTR) ataupun hutan kemasyarakatan (HKm).Menurut Zulkifli, hal ini menjadi iklim usaha yang positif dan berkelanjutan di bidang kehutanan karena bahan baku ditanam masyarakat dan diserap langsung oleh industri. Pada 2013, paparnya, produksi kayu olahan mencapai 50 juta m3, 80%-nya berasal dari Pulau Jawa. Sebanyak 375 pabrik industri perkayuan telah ada dan tumbuh pesat di Pulau Jawa, sebagian untuk pasar ekspor. Menjadi Contoh "Karena itu, saya berharap apa yang telah dilakukan di Pulau Jawa dengan turut melibatkan peran serta masyarakat sebagai penyedia bahan baku, dapat ditularkan dan menjadi contoh untuk saudara-saudara kita di luar Pulau Jawa. Hutan alam tetap terjaga, hutan produksi terus dikembangkan," ujarnya. Menhut mengatakan, re vitalisasi pemanfaatan hutan dan industri kehutanan merupakan salah satu dari 6 Kebijakan Prioritas Kementerian Kehutanan 2009-2014. Trend pergeseran sumber bahan baku terlihat pada struktur pemenuhan bahan baku IPHHK kapasitas produksi di atas 6.000 m3/tahun selama 8 tahun terakhir (2005-2013) di mana pemenuhan bahan baku dari hutan alam (IUPHHK-HA dan IPK) cenderung menurun, yaitu 20,50 juta m3 pada 2005 menjadi 5,54 juta m3 pada 2013. Di sisi lain, pemenuhan bahan baku dari hutan tanaman (IUPHHK-HT dan HR) memperlihatkan peningkatan signifikan, yakni 11,22 juta m3 pada 2005 menjadi 39,80 juta m3 pada 2013. Hutan tanaman ke depan, katanya, akan menjadi tulang punggung industri perkayuan nasional. Jumlah industri kehutanan pun meningkat.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan sambutan dalam acara Temu Kader Konservasi Alam di Grojogan Sewu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (7/4)

Sumber : Koran Suara Pembaruan, Selasa 8 April 2014

BISNIS PERKAYUAN DARI HUTAN TANAMAN RAKYAT DAN TIDAK PERLU MODAL BESAR TETAPI POTENSI HASILNYA MILIARAN....? SEMUANYA ADA DI GREEN PROPERTY I-GIST

Seiring dengan program pemerintah dalam mengembangkan industri perkayuan yang berasal dari Hutan Tanaman Rakyat (HTR), PT Global Agro Bisnis (I-GIST) sebagai
salah satu grup perusahaan PT Global Media Nusantara mencetuskan program dahsyat yang dinamakan "Green Property" I-GIST.

Green Property I-GIST menawarkan peluang kepada Anda untuk memiliki aset properti bukan dalam bentuk tanah dan bangunan melainkan dalam bentuk "kayu". Momentum bisnis perkayuan sangat baik karena kebutuhan kayu yang sangat tinggi dan terus menerus sedangkan suplai sangat rendah sehingga harga kayu cenderung meningkat setiap tahunnya. Dengan kata lain, kayu merupakan properti yang tidak kalah nilainya jika dibandingkan properti lainnya berupa tanah dan bangunan.

Berikut adalah perbandingan antara Bisnis Properti Umum dan Green Property

                          GREEN PROPERTY             PROPERTY UMUM
  • KENAIKAN NILAI BISA MENCAPAI 20 – 100% / TAHUN 
  • RATA-RATA 15-20% / TAHUN
  • TIDAK BUTUH LOKASI YANG STRATEGIS UNTUK MENDAPATKAN KENAIKAN YANG TINGGI
  • KENAIKAN YANG TINGGI DIBUTUHKAN LOKASI  YANG STRATEGIS
  • TIDAK DIPERLUKAN KEMAMPUAN MENGANALISA PROSPEK LOKASI
  • SANGAT DIBUTUHKAN KEMAMPUAN MENILAI PROSPEK LOKASI
  • SEPANJANG SEJARAH, HARGA NAIK TERUS, SERAGAM DI BERBAGAI LOKASI BAHKAN DUNIA
  • RATA-RATA PROPERTY NAIK HARGANYA, BERBEDA-BEDA TINGKAT KENAIKANNYA DI TIAP LOKASI
  • MODAL BISA DIMULAI DARI KECIL, BAHKAN DENGAN HANYA SEKITAR 20 AN JUTA SUDAH BISA MEMILIKI GREEN PROPERTY, TETAPI TETAP MENDAPATKAN POTENSI KENAIKAN NILAI ASET YANG SAMA BESAR
  • MODAL MEMULAINYA CUKUP BESAR, APALAGI UNTUK LOKASI YANG STRATEGIS YANG MEMILIKI HARAPAN KENAIKAN YANG BESAR
  • BERSAHABAT BAHKAN MENYELAMATKAN LINGKUNGAN
  • RELATIF EFEKNYA TIDAK BERSAHABAT DENGAN LINGKUNGAN BAHKAN BISA MERUSAK LINGKUNGAN

Selain itu, mengembangkan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) melalui "Green Property" akan mendapatkan banyak fasilitas-fasilitas yang dapat memudahkan dan menguntungkan Anda, misalnya :

1. Gratis pencarian lahan
2. Gratis penanaman dan perawatan sampai dengan masa panen
3. Gratis pengurusan legalitas dan sertifikasi
4. Gratis pendampingan tenaga ahli
5. Gratis sistem monitoring dan pelaporan
6. Gratis tenaga ahli dari pusat litbang kementerian kehutanan RI
7. Gratis penggantian pohon jika pohon mati, rusak, hilang, dan akibat bencana alam (syarat dan ketentuan berlaku)


BERGABUNG DENGAN PROGRAM GREEN PROPERTY I-GIST SEKARANG JUGA,BERBISNIS GREEN PROPERTI SEKALIGUS IKUT MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH DAN POTENSI HASILNYA LUAR BIASA


Di laporkan "Admin"

0 Comments



Leave a Comments

Make sure you enter the(*)required information where indicate.HTML code is not allowed


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>